Cinta...
Sebenarnya aku masih bingung mengartikan kata cinta. Tapi banyak hal yang berkaitan dengan cinta itu sendiri. Seseorang bisa merasakan sebuah cinta, tentu saja ini ada penyebabnya. Dan menurut saya itu timbul dari dua subyek yang saling berrelasi.Jadi cinta itu tidak bisa hadir dari dalam diri seseorang tanpa adanya respon dari luar, apapun bentuknya.Seseorang sering mengatakan kalau ia sedang jatuh cinta, tapi sering juga ia tidak bisa mengartikan makna cinta. Ada banyak jenis cinta, diantaranya cinta monyet, cinta sejati, cinta buta, cinta apalagi yah..Yang jelas masih banyak jenis cinta. Seseorang menyukai orang lain karena ketampanannya itu mungkin cinta monyet atau cinta SMP, seseorang menyukai orang lain dan ia sampai berjanji sehidup semati dan gak rela kalau kekasihnya diambil orang lain bahkan cemburunya luar biasa itu mungkin cinta buta. Terus ada lagi cinta sejati, cinta siapa ini..? Kalau boleh saya mengartikan cinta jenis ini, mungkin cinta sejati adalah cintanya Tuhan pada makhlukNya. Cinta seorang ibu pada anaknya.
Dan bisa saja kita merasakan sebuah perasaan suci ini pada teman atau sahabat kita sendiri.
Cinta sejati tak mengharapkan balas budi, ia selalu ingin memberi tanpa minta diberi. Ia tak rela jika kekasihnya lara, dan seterusnya..Ia bisa cemburu, namun ia sadar bahwa ada yang lebih berhak atas dia, bahwa ada yang lebih memilkinya, sehingga ia akan selalu mengerti akan keberadaannya. Ia selalu ingin kebaikan akan kekasihnya yang sejati. Itu cinta sejati sejauh pengetahuan saya..Dan tentunya masih banyak lagi cinta sejati dari perspektif yang lain. Sekarang bagaimana dengan cinta buta. Cinta buta menurut saya, ia selalu mengharap balasan satu sama lain. Ia selalu membual dan penuh dengan dusta. Ia berlaku menjadi orang lain dan bahkan tidak percaya dengan dirinya. Selalu mengada-ada, apa yang tidak baik selalu ditutup-tutupi. Ia selalu menyajikan kedustaan, dibalik bualannya yang sangat manis. Sungguh ironis, karena cinta jenis ini dapat membuat orang bunuh diri. Satu kata untuk cinta jenis ini,,Na'udzubillahiminsyarridzalik, karena cinta inilah yang didominasi nafsu syahwat.Tapi bagaimanapun juga kita pasti merasakan yang namanya cinta. Karena kekuatan cinta sungguh luar biasa,tapi kadang juga luar biadab tergantung kapasitasnya..
Bicara soal cinta,sungguh tiada habisnya..bukan begitu..? Apalagi yang sekarang sedang merasakannya. Tapi kita harus pintar-pintar memanage perasaan itu agar kita bisa menjadikan cinta sebagai ruh cita-cita kita. Jangan sampai kita hancur karena cinta. Berbahagialah dia yang bisa memanage perasaan itu. Jika ia bisa ia akan mendapatkan kesuksesan yang luar biasa. Mudah-mudahan kita termasuk yang sukses. amin. Dan yang paling penting kita harus menyadari cintaNya serta meyakininya. Karena kita tidak akan eksisi di dunia ini tanpa cintaNYa. Demikian cinta perspektif ini. Mudah-mudahan uraian sedikit ini dapat menjadi inspirasi saya dalam mengungkapkan segala kegelisahan yang ada dalam diri saya.
Minggu, 22 Maret 2009
Selasa, 24 Februari 2009
DOAKU...
Ya Robby..
Hamba akui segala dosa-dosa yang telah lalu..
Hamba akui segala kelemahan dan kekurangan hamba..
Hamba akui segala kelalaian hamba dalam memenuhi kewajiban..
Ya Rbby..
Beberapa permohonan hamba..
Jadikanlah hamba orang yang selalu bertaubat..
Jadikanlah hamba orang yang selalu memperbaiki diri..
Jadikanlah hamba orang yang selalu tegh memegang iman..
Ya Robby..
Hamba pasrahkan segala urusan padaMU..
Engkau yang berhak menentukan segalanya..
Tapi hamba mohon kuatkan hati hamba dalam menjalani apa yang Engkau ridloi..
Jadikanlah hati ini ridlo dengan apa yang Engkau Ridloi..
Jadikan hamba orang yang ridlo dengan segala pembagianMU..
Ya Robby..
Bukakanlah hati hamba..agar hamba dapat ridlo dengan apa yang Engkau Ridloi..
Bukakanlah hati hamba ..agar hamba dapat berfikir tentang segala ciptaanMU sebagai sarana hamba bersyukur atas segala ni'matmu..
Berikanlah cahaya pada hati hamba agar hamba selalu tenang dalam menjalani hidup hamba..
Ya Robby..
Jadikanlah cinta hamba padaMU melebihi cinta hamba pada dunia dan segala isinya..
Jadikanlah dunia ini ada dalam genggamanku..
Jangan jadikan dunia ini sebagai tujuan utamaku..
Jadikanlah dunia ini sebagai sarana menujuMU..
Ya Robby..
Bukakanlah segala jalan untuk urusan hamba..
Berikanlah kemudahan untuk segala urusan hamba..
Jadikanlah hamba orang yang taat..
Jangan jadikan hamba orang yang durhaka..
AMIN..AMIN..AMIN..YA ROBBAL'ALAMIN..
Hamba akui segala dosa-dosa yang telah lalu..
Hamba akui segala kelemahan dan kekurangan hamba..
Hamba akui segala kelalaian hamba dalam memenuhi kewajiban..
Ya Rbby..
Beberapa permohonan hamba..
Jadikanlah hamba orang yang selalu bertaubat..
Jadikanlah hamba orang yang selalu memperbaiki diri..
Jadikanlah hamba orang yang selalu tegh memegang iman..
Ya Robby..
Hamba pasrahkan segala urusan padaMU..
Engkau yang berhak menentukan segalanya..
Tapi hamba mohon kuatkan hati hamba dalam menjalani apa yang Engkau ridloi..
Jadikanlah hati ini ridlo dengan apa yang Engkau Ridloi..
Jadikan hamba orang yang ridlo dengan segala pembagianMU..
Ya Robby..
Bukakanlah hati hamba..agar hamba dapat ridlo dengan apa yang Engkau Ridloi..
Bukakanlah hati hamba ..agar hamba dapat berfikir tentang segala ciptaanMU sebagai sarana hamba bersyukur atas segala ni'matmu..
Berikanlah cahaya pada hati hamba agar hamba selalu tenang dalam menjalani hidup hamba..
Ya Robby..
Jadikanlah cinta hamba padaMU melebihi cinta hamba pada dunia dan segala isinya..
Jadikanlah dunia ini ada dalam genggamanku..
Jangan jadikan dunia ini sebagai tujuan utamaku..
Jadikanlah dunia ini sebagai sarana menujuMU..
Ya Robby..
Bukakanlah segala jalan untuk urusan hamba..
Berikanlah kemudahan untuk segala urusan hamba..
Jadikanlah hamba orang yang taat..
Jangan jadikan hamba orang yang durhaka..
AMIN..AMIN..AMIN..YA ROBBAL'ALAMIN..
WHAT THE MEANING OF MY LIFE
Hidup ini begitu sulit diartikan..Sebagai manusia yang selalu dikaruniai rahmat oleh Tuhan, sudah semestinya ia bersyukur. Bersyukur bukan berarti hanya dalam lisan,namun esensinya adalah lebih pada tindakan. Sebagaimana firman Alloh dalam Al-Qur'an, Alloh tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah. Itu esensi hidup kita. Namun bagaimanakah selama ini kita menjalani hidup ini...Betapa jauhnya diri ini dari rasa bersyukur itu..Segala kebutuhan kita telah dicukupi..namun lebih dari itu kita selalu masih merasa kurang dan kurang,..Watak dasar manusia memang tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang ada di tangannya.
Namun disisi lain sebagai ikhtiarku tuk mensyukuri hidup ini adalah dengan berupaya mengembangkan potensi yang ada dalam diriku. Semua itu kulandasi sebagai ungkapan rasa syukurku, walau tak bisa dipungkiri ini masih sangat jauh dari kesempurnaan..Namun sekali lagi ini hanya salah satu upaya..
Memang terkadang kurasakan begitu berat kujalani hidup ini, dengan beraneka macam masalah yang menghampiri, atau karena dibuat sendiri..namun semua itu kuanggap sebagai tempaan untukku agar aku lebih matang lagi dalam menjalani hidup ini, dan memahami esensi daripada hidup ini tentunya..
Terkadang kuinginkan mencari suatu tempat dimana di tempat itu aku bisa melihat sebuah realita sebagai pelajaran untukku agar bisa membuatku menjadi orang yang bersyukur. Hingga saat ini belum kutemukan itu..(mudah-mudahan segera ditemukan)
Namun disisi lain sebagai ikhtiarku tuk mensyukuri hidup ini adalah dengan berupaya mengembangkan potensi yang ada dalam diriku. Semua itu kulandasi sebagai ungkapan rasa syukurku, walau tak bisa dipungkiri ini masih sangat jauh dari kesempurnaan..Namun sekali lagi ini hanya salah satu upaya..
Memang terkadang kurasakan begitu berat kujalani hidup ini, dengan beraneka macam masalah yang menghampiri, atau karena dibuat sendiri..namun semua itu kuanggap sebagai tempaan untukku agar aku lebih matang lagi dalam menjalani hidup ini, dan memahami esensi daripada hidup ini tentunya..
Terkadang kuinginkan mencari suatu tempat dimana di tempat itu aku bisa melihat sebuah realita sebagai pelajaran untukku agar bisa membuatku menjadi orang yang bersyukur. Hingga saat ini belum kutemukan itu..(mudah-mudahan segera ditemukan)
Selasa, 17 Februari 2009
EDGE OF SADNESS
Tahun 2006-2008 adalah tahun perjuangan bagiku, dimana aku harus memperjuangkan cita-citaku dan apa yang telah jadi rencana matang. Sebelum itu aku tlah berencana tuk melanjutkan studiku dan aku begitu mantap dengan rencanaku. Namun setelah kuungkapkan seluruh keinginanku dan segala rencanaku,apa yang terjadi...semua ibarat sia-sia. Apa yang selama ini jadi rencana pupus sudah harapanku. Ayahku tidak mengizinkanku tuk melanjutkan studiku, dan aku harus pulang ke rumah. Betapa berat kubayangkan hidup di rumah tanpa teman, sementara adikku dan kakakku masih bergelut dengan ilmu di pesantren. Sedangkan aku harus di rumah dengan segudang tanggung jawab. Betapa berat kurasakan hari-hariku di rumah. Aku harus beradaptasi lagi dengan lingkunganku. Seluruh ketakutan yang aku bayangkan saat aku masih di pesantren kini benar-benar kualami. Namun semua itu sudah jadi rencana Tuhan dan aku harus tetap menjalani apapun yang terjadi, suka atau tidak suka. Hari-hari kujalani dengan tetap menaruh segudang harapan agar aku tetap bisa melanjutkan studiku. Berhari hari kucoba tuk mencari kegiatan diluar rumah dan berkali kali juga aku bosan dengan kegiatan itu. Berulangkali aku mencoba bernegosiasi dengan ortu agar harapanku tuk melanjutkan studi dikabulkan. Namun berulangkali juga beliau menolak. Betapa berat untuk mendapatkan sebuah izin untuk sekolah. Bahkan hal yang betul betul aku belum siap berulangkali datang orang meminangku. Betapa menambah rumit pikiranku saat itu. Tanpa kusadari semua konflik yang terjadi di rumahku membuatku semakin tertekan. Namun aku selalu berdoa agar apa yang aku inginkan segera dikabulkan. Konflik yang aku alami juga berdampak pada pergaulanku. Hingga banyak sekali relasi yang kudapat. Sekian event aku ikuti menambah pula relasi teman temanku. Dari itu aku selalu mencari motivasi agar aku tetap semangat dan optimis bahwa aku punya potensi tuk melanjutkan studi. Bahkan semua teman-temanku selalu mengatakan demikian. Aku semakin mantap mempertahankan cita-citaku.Hingga tahun 2008 aku bertekad tuk meneruskan studiku. Dan keputusanku benar-benar bulat. Walau ortuku tak mengizinkanku tuk studi diluar daerah, namun kujalani semua ini dengan niat yang tulus tuk menghilangkan kebodohan yang ada dalam diriku.Berbagai konflik dengan keluarga aku lalui,semua itu menjadikan aku semakin berani tuk mengungkapkan sebuah kejujuran. Dan semakin menjadikan aku tidak munafik dengan segala gejolak jiwa mudaku. Semua itu aku jadikan bahan tuk selalu berproses dalam membangun diri yang sempurna. Kini aku telah kembali bersekolah. Dan aku harus memanfaatkan semaximal mungkin.Aku akan selalu berusaha tuk selalu berproses tuk menyempurnakan diriku walau itu mustahil. Yang jelas aku akan selalu berusaha tuk selalu menjadi lebih baik.
Langganan:
Postingan (Atom)